Hubungan Peran Penyuluh Swadaya dan Motivasi Petani dalam Budidaya Cabe Jamu (Piper retrofractum) di Lahan Pekarangan

Authors

  • Mifthahul Jannah Universitas Jember
  • Rokhani Rokhani Universitas Jember
  • Sri Subekti Universitas Jember
  • Nurul Dwi Novikarumsari Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.55259/jiip.v33i1.408

Keywords:

Budidaya cabe jamu, Lahan pekarangan, Motivasi petani, Penyuluh swadaya, Rank Spearman

Abstract

Pengembangan budidaya cabe jamu (Piper retrofractum) di lahan pekarangan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung penyediaan bahan baku industri obat tradisional. Keberhasilan pengembangan komoditas tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis budi daya, tetapi juga oleh peran penyuluh swadaya dalam mendorong motivasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh swadaya, tingkat motivasi petani, serta hubungan antara peran penyuluh swadaya dengan motivasi petani dalam budi daya cabe jamu di lahan pekarangan Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Seluruh anggota Perkumpulan Petani Cabe Jamu Indonesia (PPCJI) Desa Andongsari yang berjumlah 24 orang dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh swadaya berada pada kategori sedang dengan persentase 62,50%, sedangkan motivasi petani berada pada kategori tinggi sebesar 75,00%. Analisis Rank Spearman menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,447 dengan nilai signifikansi 0,028 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara peran penyuluh swadaya dengan motivasi petani. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas peran penyuluh swadaya berkontribusi terhadap meningkatnya motivasi petani dalam mengembangkan budi daya cabe jamu di lahan pekarangan.

References

Agustian, A., Nuraini, C., & Atmaja, U. (2025). Pengaruh Kemampuan Petani dan Motivasi Petani Terhadap Pendapatan Usahatani Cabai Merah Besar di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis. Agrisaintifika, 9(2), 308–316.

Akbar, M. A., Euriga, E., & Munanto, T. S. (2024). Optimalisasi fungsi Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 30(1), 8-13.

Auliya, S., Musadar, & Salahuddin. (2021). Peran penyuluh dalam meningkatkan motivasi petani pada usaha tani tanaman lada di desa bisikori kecamatan moramo. Jurnal Ilmiah Penyuluhan Dan Pengembangan Masyarakat, 1(4), 148–157.

Bahruddin, A., Zaka, U., Sholah, Muddaris, & Aziz, A. (2021). Pemanfaatan prospek budi daya cabe jamu di Dusun Nung Malaka Desa Daleman Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Dhorma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 108-126.

Febriansyah, M., & Taufik, Y. (2026). Peran Penyuluh Pertanian Dalam Meningkatkan Kapasitas Petani Padi Sawah Di Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Inovasi Dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, 5(2), 208–219.

Fuady, A., Hairi, F., & Yudi, F. (2021). Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dalam Peningkatan Produksi Padi Sawah Pada Lahan Pasang Surut Di Kecamatan Kusan Hilir Kabupatentanah Bumbu. Frontier Agribisnis 5 (4): 23.

Hardimansyah, Sawitri, N., & Afiza, Y. (2025). Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Padi Di Teluk Sejuah. Jurnal Perangkat Lunak, 7(3), 240–245.

Hidayat, N., Ningtyas, F. D., Mardiah, A., Amran, A., Juliana, A., Novitasari, D., Maya, Adistia Rasti, & Yusuf, S. (2024). Pemanfaatan lahan pekarangan untuk budi daya cabai sebagai upaya peningkatan pendapatan ibu rumah tangga di Kelurahan Selumit Pantai. Jurnal BUDIMAS, 6(1), 1-6.

Ibanah, I., Muhlison, W., & Arum, A. P. (2021). Sistem pertanian berkelanjutan dan hilirisasi sentra cabai merah di Desa Andongsari. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 371-377.

Kasiaturrofiqoh, & Ramadwika, R. (2025). Peran Penyuluh Pertanian Sebagai Edukator Dan Motivator Dalam Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Di Desa Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, 2(2), 910–916.

Kementerian Perindustrian. (2024). Ekspor lampaui USD 500 juta, industri obat bahan alam prospektif. https://kemenperin.go.id/artikel/24560/Ekspor-Lampaui-USD-500-Juta,-Menperin:-Industri-Obat-Bahan-Alam-Prospektif

Krois, D., Kumaat, R., & Katiandagho, T. (2021). Motivasi petani dalam budi daya tanaman cabai di Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Agri-Sosioekonomi, 17(3), 839-846.

Labaro, J., Tangkesalu, D., & Nurmedika, N. (2023). Analisis Peran Penyuluh Pertanian Dalam Usahatani Padi Sawah Di Desa Tabarano Kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara. Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development), 2(3), 254–263.

Masnur, M., & Heikal, J. (2024). Motivasi Petani Muda Dalam Penggunaan Agens Hayati Trichoderma Spp. Pada Budi daya Pertanian. Jurnal Media Akademik, 2(1), 1366–1379.

Meilani, V. S., Nugroho, T. R. D. A., & Hasan, F. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani untuk berusaha tani cabe jamu secara intensif di Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto. Agriscience, 3(2), 269-282.

Mosher, A. T. (1997). Menggerakkan dan Membangun Pertanian. (Diterjemahkan oleh B. S. Wardojo). Jakarta: Yasaguna

Purwanda, S. (2022). Hilangnya hak eksklusif tanaman rempah asli Indonesia. Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(1).

Ramdhana, Y. D. F., & Subekti, S. (2021). Pemanfaatan metode penyuluhan pertanian oleh petani cabai merah. Jurnal Kirana, 2(2), 113-133.

Rijal, M., Euriga, E., & Nurlela, S. (2024). Motivasi petani dalam pemanfaatan lahan pekarangan Kelompok Wanita Tani di Kalurahan Potorono Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 31(1), 36-42.

Sukratman, I. M. (2022). Peran Penyuluh Pertanian Pada Program UPSUS Dalam Meningkatkan Produksi Jagung Di Kabupaten Jember. Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budi daya, Teknologi, Dan Pendidikan, 1(4), 441–452.

Vroom, V. H. (1964). Work and motivation. Wiley.

Yusifa, N., & Sudarko. (2022). Motivasi Petani Kopi dan Faktor-Faktor Penentu dalam Penerapan Inovasi Gap di Sentra Kopi Hutan Rakyat Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ilmiah Respati, 13(1).

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Jannah, M., Rokhani, R., Subekti, S., & Novikarumsari, N. D. (2026). Hubungan Peran Penyuluh Swadaya dan Motivasi Petani dalam Budidaya Cabe Jamu (Piper retrofractum) di Lahan Pekarangan. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 33(1), 70–76. https://doi.org/10.55259/jiip.v33i1.408

Similar Articles

<< < 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.