Keputusan Pekebun dalam Menerapkan Sistem Penyerahan Tebu
DOI:
https://doi.org/10.55259/jiip.v33i1.413Keywords:
Harga, Keputusan Pekebun, Peran Pabrik Gula, Sistem Penyerahan Tebu, Waktu PencairanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pekebun dalam menerapkan sistem penyerahan tebu di Provinsi Jawa Tengah. Sistem penyerahan tebu terdiri atas dua skema, yaitu Sistem Bagi Hasil (SBH) dan Sistem Pembelian Tebu (SPT), yang masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, dan kelemahan sehingga memengaruhi keputusan pekebun dalam memilih skema yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 125 pekebun tebu yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik. Variabel dependen adalah sistem penyerahan tebu, sedangkan variabel independen meliputi persepsi, kepuasan, usia, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pengalaman berusahatani, luas lahan, pendapatan usahatani, harga, waktu pencairan, jenis pekebun, dan peran pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua belas variabel yang dianalisis, terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pekebun, yaitu harga, waktu pencairan, dan peran pabrik gula. Pekebun tebu dengan kondisi harga yang tinggi dan waktu pencairan yang cepat, serta tidak mempersoalkan peran pabrik gula cenderung memilih sistem penyerahan tebu skema SPT. Kondisi pekebun yang tidak mempersoalkan mengenai harga dan kecepatan waktu pencairan, serta mengharapkan peran pabrik gula yang baik cenderung memilih menerapkan sistem penyerahan tebu skema SBH
References
Dini, N. A. A. (2019). Evaluasi Net Farm Income Petani Tebu (Studi Kasus di Pabrik Gula Kebonagung) [Skripsi]. Universitas Brawijaya.
Ditsiqa, M. S. (2019). Analisis Perbandingan Pendapatan Usahatani Apel Agrowisata dan Non Agrowisata Petik Apel (Studi Kasus : Kelompok Tani Makmur Abadi di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu). [Skripsi]. Universitas Brawijaya.
Ferhat, A. (2021). Pengaruh Sistem Pembelian Tebu (SPT) Terhadap Penerimaan Insentif Petani Tebu Di Pabrik Gula (PG.) Kebun Tebu Mas. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 28(2), 39–47. http://jurnal.polbangtanyoma.ac.id/index.php/jiip/index
Harwoto, W. R. (2021). Analisis Komparatif Pendapatan Usahatani Tebu Rakyat Kemitraan Bagi Hasil (SBH) Dan Sistem Pembelian Terputus (SPT) Di Wilayah Kerja PGKA [Skripsi]. Jember: Universitas Jember.
Hikam, M. K. (2023). Persepsi Petani Terhadap Sistem Pertanian Terpadu Di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek [Tugas Akhir]. Politeknik Pembangunan Pertanian Malang.
Khoiriyah, S. (2018). Analisis Kepuasan Petani Tebu Mitra Terhadap Kemitraan Dengan Pabrik Gula (Studi Kasus : PG Trangkil, PG Rendeng, Dan PG Gendhis Multi Manis) [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.
Mandang, M., Sondakh, M. F. L., & Laoh, O. E. H. (2020). Karakteristik Petani Berlahan Sempit Di Desa Tolok Kecamatan Tompaso. Agri-SosioEkonomiUnsrat, 16(1), 105–114.
Mashuri, D. W. A., Setyadi, T., & Fitriana, N. N. I. (2026). Analisis Sediaan Bahan Baku Tebu Menggunakan Metode Economic Production Quantity (EPQ) Pada Proses Produksi Gula Pasir di PT. Sinergi Gula Nusantara. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 11(1), 225–236. https://doi.org/10.28926/briliant.v11i1.2199
Nuwa, Muh. F., Rauf, A., & Boekoesoe, Y. (2022). Karakteristik Petani Tebu Di Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo. AGRINESIA, 6(2), 89–95.
Permadhi, D., Riyadi, S. D., Hanani, N., & Fahriyah, F. (2024). Efisiensi Teknis Usahatani Tebu Rakyat (TR) Kategori Tanaman Plant Cane (PC) Pada Lahan Tegal di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Indonesian Sugar Research Journal, 4(2), 108–123. https://doi.org/10.54256/isrj.v4i2.132
Prihandini, S. P. (2025). Analisis Pola Kemitraan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Mengikuti Kemitraan Di Pabrik Gula Kebon Agung, Malang. Prosiding Nasional 2025 Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M), 128–134.
Pujiwahyuni, T. L. (2021). Analisis Sistem Bagi Hasil Antara Petani Tebu Dan Perusahaan Di PG. Kremboong Sidoarjo [Skripsi]. Malang: Universitas Brawijaya.
Sahara, D., Dewi, T., Handayani, C. O., Zu’amah, H., & Arianti, F. D. (2025). Partnerships Between Sugarcane Factories and Farmers: Performance, Waste Management, and Perception Analysis. Agro Ekonomi, 36(2), 193. https://doi.org/10.22146/ae.107962
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan Populasi dan Sampel: Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721–2731. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2657
Tyowati, L. S. (2009). Partisipasi Petani Dalam Program Tebu Rakyat Kemitraan (TRK) Dan Faktor-Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhinya (Kasus Di Kelompok Tani Usaha Jaya Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri) [Skripsi]. Malang: Universitas Brawijaya.
Valentine, B. D., Ebban, K. B., & Hartadi, R. (2017). Faktor-Faktor Yang Mendasari Pengambilan Keputusan Petani Tebu Bermitra Dengan PG Djatiroto. Agribest, 1(2), 20–37.
Yusvianto, A. G., & Kuntadi, E. B. (2022). Persepsi Petani Tebu Terhadap Penerapan Sistem Pembelian Tebu (SPT): Studi Kasus Di Kabupaten Situbondo. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), 15(2), 229. https://doi.org/10.19184/jsep.v15i2.30397
Zulfikar, Amanah, S., & Asngari, P. S. (2018). Persepsi Petani terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Penyuluhan, 14(1).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ivan Zulhilmi, Yusmi Nur Wakhidati , Altri Mulyani, Dindy Darmawati Putri , Irene Kartika Eka Wijayanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

