Eksistensi dan Prospek Tanaman Biofarmaka dalam Industri Herbal Indonesia: Tinjauan Literatur

Authors

DOI:

https://doi.org/10.55259/jiip.v33i1.384

Keywords:

Industri herbal, Peluang bisnis, Studi literatur, Tanaman biofarmaka

Abstract

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki potensi besar dalam tanaman biofarmaka yang secara turun-temurun dimanfaatkan dalam pengobatan herbal. Minat global terhadap pengobatan alami memicu pertumbuhan pesat industri herbal di Indonesia, menjadikannya pasar terbesar di Asia Tenggara. Potensi ini menciptakan peluang signifikan bagi pengembangan produk, termasuk fitofarmaka terstandardisasi yang telah melalui uji klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kualitatif peluang dan eksistensi tanaman biofarmaka dalam industri herbal Indonesia. Meskipun melimpah, eksistensi dan pengembangan bisnis menghadapi tantangan seperti standardisasi bahan baku yang bervariasi karena faktor lingkungan dan budidaya, serta keterbatasan riset dan validasi ilmiah. Rantai pasok yang belum terintegrasi dan tata kelola yang belum optimal juga menghambat industri. Namun, inovasi dalam diversifikasi produk (ekstrak terstandardisasi, kosmetik, minuman fungsional), teknologi budidaya dan pascapanen (Good Agricultural Practices/GAP, blockchain untuk ketertelusuran), serta R&D yang didukung uji klinis, menunjukkan arah positif. Regulasi dari BPOM dan Kementerian Pertanian berperan vital dalam menjaga mutu dan keamanan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, industri, dan petani melalui kebijakan, investasi R&D, dan penguatan rantai nilai adalah kunci utama untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanaman biofarmaka. Hasil ini akan mendorong kemandirian kesehatan nasional dan meningkatkan daya saing industri herbal Indonesia di pasar global.

References

Abdul-Hammed, M., Olajide, M., Adedotun, I. O., Afolabi, T. I., Abdul-Razaq, R., Ismail, U., Abdullateef, M. F., & Adebayo, Z. O. (2024). Anti-psoriatic and Anti-inflammatory Potentials of Phytochemicals from Curcuma longa against Interleukin-17A and Inducible Nitric Oxide Synthase: An In Silico Study. Majalah Obat Tradisional, 29(2), 143. https://doi.org/10.22146/mot.87528

Adiba, E. M., Suaibah, L., & Ramadhan, F. (2021). Pengaruh Praktik Manajemen Rantai Pasok terhadap Keunggulan Kompetitif dan Kinerja Agroindustri Obat Tradisional dan Rempah Lokal Madura. Jurnal Ilmu Manajemen, 9(4), 1529–1536. https://doi.org/10.26740/jim.v9n4.p1529-1536

Adiyasa, M. R., & Meiyanti, M. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: Distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 4(3), 130–138. https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2021.v4.130-138

Ananda, Z. L., & Ekawaty, N. (2024). Analisis manajemen strategis PI Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Economicus : Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 15(1), 67–77. https://doi.org/10.47860/economicus.v15i1.33

Arivanti, D. M., Putriana, A., & Anggraini, F. (2025). Penyembuhan Luka dengan Tanaman Obat Nusantara. CV Gita Lentera.

Bancong, H. (2025). Strategi Reviu Riset dan Konstruksi Teori: Metode, Analisis, dan Studi Kasus. Indonesia Emas Group.

BBSPJIKFK. (2025). Rencana Strategis Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kimia, Farmasi, dan Kemasan 2025-2029. Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian.

BKPK. (2023). Survei Kesehatan Indonesia dalam Angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Booker, A., Johnston, D., & Heinrich, M. (2012). Value chains of herbal medicines—Research needs and key challenges in the context of ethnopharmacology. Journal of Ethnopharmacology, 140(3), 624–633. https://doi.org/10.1016/j.jep.2012.01.039

BPOM. (2023). Laporan Tahunan Badan Pengawas Obat dan Makanan 2022. Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Cahyaningrum, N. S., Puspitojati, E., & Arifin, M. (2021). Pengaruh bauran pemasaran (marketing mix) terhadap keputusan konsumen membeli jamu instan produksi Kelompok Jati Husada Mulya Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul. Agrica Ekstensia, 15(2). https://doi.org/10.55127/ae.v15i2.86

Damhuri, Darlian, L., Kolaka, L., & Rayani, N. (2024). Pengenalan Tumbuhan Berkhasiat Obat Familia Zingiberaceae. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 276–283. https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v5i2.189

Elfahmi, Woerdenbag, H. J., & Kayser, O. (2014). Jamu: Indonesian traditional herbal medicine towards rational phytopharmacological use. Journal of Herbal Medicine, 4(2), 51–73. https://doi.org/10.1016/j.hermed.2014.01.002

Fauziyah Azhari, Rita Rakhmawati, Widya Mudyantini, Soerya Dewi Marliyana, Nestri Handayani, Titi Wahyuni, Esti Suryani, Desi Suci Handayani, Siti Baroroh Zakiyatul Islah, Fahrul Zikri, Yeni ErmaningSih, & Witri Wahyu Lestari. (2025). Usaha Peningkatan Standar Mutu UMKM Jamu Herbal Ratu Botani Solo di Surakarta (Pt. 356-365). Semar (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat), 14(2). https://doi.org/https://doi.org/10.20961/semar.v14i2.105220

Heinrich, M. (2015). Quality and safety of herbal medical products: Regulation and the need for quality assurance along the value chains. British Journal of Clinical Pharmacology, 80(1), 62–66. https://doi.org/10.1111/bcp.12586

Irawan, A.-, Nurdin Yusuf, M.-, & Yuniawan Isyanto, A.-. (2025). Kontribusi pendapatan usahatani biofarmaka terhadap total pendapatan rumah tangga petani (Studi kasus pada petani mint dan rosella di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 12(1), 209. https://doi.org/10.25157/jimag.v12i1.16390

Kaho, U. J. R., Wali, C. N., Naisanu, J., Liem, J., & Kaho, T. A. N. R. (2026). Sosialisasi Metode Pengobatan Tradisional Berbasis Tumbuhan Lokal dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tesabela Kabupaten Kupang: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 25540–25548. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6108

Kashuri, M., Ikrar, T., Sauriasari, R., Juwono, V., & Yanuar, A. (2026). Regulatory and HTA framework for herbal medicines in Indonesia. Journal of Pharmaceutical Policy and Practice, 19(1), 2640252. https://doi.org/10.1080/20523211.2026.2640252

Kashuri, M., Ikrar, T., Sutriyo, Mun’im, A., & Yanuar, A. (2026). Evidence-based production framework for herbal medicine regulation in Indonesia. Frontiers in Pharmacology, 16, 1730273. https://doi.org/10.3389/fphar.2025.1730273

Khan, M. S. A., & Ahmad, I. (2019). Herbal Medicine. In New Look to Phytomedicine (pp. 3–13). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-814619-4.00001-X

Kurniawan, F. Y., Jalil, M., Purwantoro, A., Daryono, B. S., & Purnomo. (2021). Jamu Kunir Asem: Ethnomedicine Overview by Javanese Herbal Medicine Formers in Yogyakarta. Jurnal Jamu Indonesia, 6(1), 8–15. https://doi.org/10.29244/jji.v6i1.211

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Oktaviani, D. A., Witasari, N., & Amalia, N. P. (2025). The Tradition of Drinking Jamu and Efforts to Increase the Economic Potential of the Nguter Community, Sukoharjo District. Jurnal Jamu Indonesia, 10(2), 85–92. https://doi.org/10.29244/jji.v10i2.307

Pratiwi, Y. E. D., Setiani, S., & Kurniyanto, I. R. (2024). The Business Development Strategy of Jamu at PT. Firdaus Kurnia Indah (FKI) in Bangkalan Regency. Jurnal Jamu Indonesia, 9(2). https://doi.org/10.29244/jji.v9i2.306

Purnaningsih, N., Mawasti, T., & Saraswati, Y. (2017). Analisis Kebutuhan Pendampingan dan Kompetensi Pendamping Pelaku Usaha Industri Jamu. Jurnal Jamu Indonesia, 2(2), 68–85. https://doi.org/10.29244/jji.v2i2.34

Purwanta, Suhendar, J. R., & Firzana, A. N. A. (2024). Potensi Tanaman Lokal sebagai Tanaman Biofarmaka untuk Kesehatan di Desa Lemahbang dan Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna, 2(1), 220–234. https://doi.org/10.22146/parikesit.v2i1.12323

Rahman, C. A., Rahmawati, L. M., Santosa, D., Indrasetiawan, P., & Purwanto, P. (2024). Essential Oil Profiling and Antibacterial Activity of Curcuma xanthorrhiza Roxb. Originated from Yogyakarta by GC-MS. Majalah Obat Tradisional, 29(2), 224. https://doi.org/10.22146/mot.93649

Safrina, D., & Priyambodo, W. J. (2018). Pengaruh ketinggian tempat tumbuh dan pengeringan terhadap flavonoid total sambang colok (Iresine herbstii). Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 15(3), 147. https://doi.org/10.21082/jpasca.v15n3.2018.147-154

Saputra, H., Faryanti, D., & Farhan, F. (2022). Kajian strategis percepatan dan pengembangan fitofarmaka untuk kesehatan masyarakat. Jurnal Delima Harapan, 9(2), 168–179. https://doi.org/10.31935/delima.v9i2.197

Sarno, S. (2019). Pemanfaatan tanaman obat (biofarmaka) sebagai produk unggulan masyarakat Desa Depok Banjarnegara. ABDIMAS UNWAHAS, 4(2). https://doi.org/10.31942/abd.v4i2.3007

Wang, H., Chen, Y., Wang, L., Liu, Q., Yang, S., & Wang, C. (2023). Advancing herbal medicine: Enhancing product quality and safety through robust quality control practices. Frontiers in Pharmacology, 14, 1265178. https://doi.org/10.3389/fphar.2023.1265178

Welz, A. N., Emberger-Klein, A., & Menrad, K. (2018). Why people use herbal medicine: Insights from a focus-group study in Germany. BMC Complementary and Alternative Medicine, 18(1), 92. https://doi.org/10.1186/s12906-018-2160-6

Downloads

Published

2026-07-29

How to Cite

Yuniasih, A. W. (2026). Eksistensi dan Prospek Tanaman Biofarmaka dalam Industri Herbal Indonesia: Tinjauan Literatur. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 33(1), 32–37. https://doi.org/10.55259/jiip.v33i1.384

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.